Senin, 07 Mei 2012

KESAKSIAN BERJUMPA DENGAN YESUS

Saya akan mencoba untuk menceritakan kembali kisah yang telah dialami oleh salah satu sahabat saya, sebut saja namanya Maria (bukan nama yang sebenarnya). Kiranya kesaksian dari Maria dapat menjadi berkat bagi semua pembaca sekalian, Amin.

Pada suatu malam di bulan April 2012, Maria mendapat sebuah mimpi. Secara kronologis mimpinya adalah sebagai berikut.
Dalam mimpinya itu Maria hidup di jamannya Yesus.Tiba-tiba ia berada dikerumunan banyak orang yang berada di atas bukit dekat sebuah danau. Disitu ia melihat Tuhan Yesus sedang mengajar banyak orang dengan kata-kata : "ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu bahkan lebih dari itu. Siapa yang mempunyai akan diberi, siapa yang tidak mempunyai, semua yang ada padanya akan diambil (Mrk 4:24-25)." Hal ini berbicara tentang terang. Tuhan memberikan terang kepada setiap kita yang percaya kepada Kristus. Sehingga dapat diumpamakan setiap orang Kristen adalah obor. Allah telah memberi kita cahaya kehidupan. Yang perlu kita lakukan adalah memastikan bahwa kita memang bersinar. Karena semakin kita bersinar, di kampus, rumah atau tempat kerja, semakin cerah terang yang kita pancarkan. Mungkin kita masih berupa cahaya yang redup pada saat ini, akan tetapi semakin kita menjalani hidup dalam komitmen total kepadaNya, semakin kuat terang milik kita memancar.
Ketika Allah memberikan hidup yang kekal bagi kita, Ia ingin agar kita bersinar di dunia ini. Jika kita tidak memanfaatkan terang yang kita terima dengan menaruhnya di bawah gantang atau membiarkan dunia berada di atas kita, maka kita akan kehilangan terang itu. Tuhan akan berkata, "Aku memberimu terang bukan untuk ditaruh di bawah gantang. Aku juga tidak ingin terang itu kau taruh di bawah tempat tidur. Karena engkau tidak memakai pelita itu, maka Aku akan mengambilnya." Tidakkah kita melihat kata-kata yang sama di dalam Wahyu? Di sini Ia memperingatkan jemaat di Efesus, "Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya..." (lihat Wahyu 2:5).
Keindahan perumpamaan ini terletak pada fakta bahwa semakin anda bersinar, semakin terang anda jadinya. Markus 4:25 menjelaskan tentang ayat sebelumnya (Markus 4:24). Itu sebabnya disebutkan, "Karena siapa yang mempunyai..." Untuk memperingatkan kita bahwa ini adalah konsep dinamis: semakin banyak anda memberi, semakin banyak anda menerima; jika anda tidak memberi, maka anda justru akan kehilangan apa yang anda miliki. Semuanya bergantung kepada kita. Karena tanggung jawabnya terletak pada kita, maka kita perlu kasih karunia Allah untuk dapat menunaikan peranan kita di dunia ini, yaitu menjadi terang dunia.

Maria mendengar pula Yesus berkata : "Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7:7)".
Prinsip yang penting adalah ini : Jika anda meminta sesuatu yang bersifat rohani, dan Allah dimuliakan dan membawa manfaat bagi gereja, maka anda dapat meminta dengan keyakinan bahwa anda akan memperolehnya. Di sini kita juga melihat begitu banyak kekayaan yang terkandung di dalam satu kalimat ajaran Tuhan. Dalam satu ayat ini, seluruh prinsip hubungan Tuhan dengan kita didefinisikan dengan jelas. Allah berkata, "mintalah, anda akan menerima", fakta bahwa anda akan menerima, bahwa Ia memberikan kepada anda, itu adalah kasih anugerahNya Sendiri. Ia memberikan kepada anda dengan cuma-cuma saat anda memintanya. Disini kita melihat, di satu sisi anugerah Allah bahwa Ia memberikan cuma-cuma kepada mereka yang dalam kebutuhan. Tapi perhatikan juga tanggung jawab kita. Ia tidak berkata, "Aku akan memberikan kepada kamu apakah anda memintanya atau tidak." Tanggungjawab kita adalah meminta, mencari, mengetuk. Jadi kita melihat hubungan di antara kasih karunia Allah dan tanggung jawab manusia. Anugerah Allah tersedia secara cuma-cuma tapi kita harus memintanya. Meminta itu tidak selalu mudah.     
Disini, dalam bahasa aslinya, tensesnya adalah present continuous tense, yang bermakna bahwa tindakan meminta itu bukan berlangsung hanya satu kali. Present continuous tense bermakna terus menerus meminta dan anda akan menerimanya. Ini berarti terus mencari, mencari sehingga ketemu. Ini juga bermakna terus mengetuk. Ketuk, ketuk, ketuk, sehingga pintu terbuka.
Begitu banyak orang Kristen saat mereka berdoa mereka mengetuk satu atau dua kali. Ketuk, ketuk. Tidak ada bunyi. "Baiklah, Ia tidak mau membuka pintu." Jadi kita pergi. Seluruh pokok ajaran Tuhan adalah ini: Terus mengetuk sehingga anda menerima. Apakah anda berpikir Allah tidak ada di rumah? Tentu saja, jika anda berpikir bahwa Ia tidak di rumah, anda akan pergi. "Saya sudah mengetuk beberapa kali dan pintu tidak dibuka,  jadi pasti Ia tidak di rumah, lalu saya pergi". Tapi Allah selalu di rumah. Ia selalu ada disitu. Jadi jika anda tahu bahwa apa yang anda minta itu adalah sesuatu yang memuliakanNya dan memberkati gereja, teruslah ketuk sehingga anda menerimanya. Prinsip ini begitu penting dan Tuhan Yesus memberikan beberapa perumpamaan justru untuk mengilustrasikan pokok ini. Anda mungkin berkata, "Mengapa Allah membutuhkan kita untuk terus meminta, meminta sehingga Ia memberikannya?" Bila seorang anak kecil terus meminta sesuatu, anda akan merasa agak jengkel. "Jangan terus meminta. Kamu telah memintanya tadi. Mengapa terus meminta? Saya tidak tuli, saya sudah mendengarnya." Kita merasa agak jengkel karena ia meminta terus menerus. Tapi apabila kita melihat ke dalam Alkitab, sangatlah luar biasa. Caranya Allah bukan cara kita. Justru cara Allah berlawanan dengan cara kita. Ia begitu mengasihi orang yang tidak pernah menyerah, yang gigih, orang-orang yang bagi kita menjengkelkan inilah yang dikasihi Allah. Mereka menerima kasih karuniaNya. 

Setelah itu Maria melihat seorang raja yang sedang menangisi ratunya. Raja disini adalah gambaran dari Tuhan Yesus dan ratu disini adalah gambaran dari mempelai Kristus, yaitu gerejaNya. Tuhan Yesus sedang berduka karena banyak dari mempelaiNya yang belum dewasa dan belum siap menyambut kedatanganNya yang kedua kali. Para mempelai Kristus, ayo kita mulai rubah fokus kita. Biarlah fokus utama kita adalah Tuhan dan bukan kebutuhan kita. Saat kita mengutamakanNya, maka Dia pasti mengutamakan kita. Ketika kita tidak pernah tanggung-tanggung melakukan yang terbaik bagi Dia, maka Yesus pun tidak akan pernah
tanggung-tanggung memberkati hidup kita. Karena apa yang kita tabur, pasti kita tuai (Gal 6:7).

Tiba-tiba Maria melihat penderitaan Yesus waktu di salibkan. Pasti ini adalah saat yang memilukan hati. Tetapi tanpa Dia mati di atas kayu salib, maka kita semua pasti binasa. Yang harus kita lakukan adalah
terus-menerus bersyukur atas anugerah keselamatan yang telah diberikanNya dengan cuma-cuma kepada kita dan memiliki beban jiwa atas saudara-saudara kita di luar sana yang belum diselamatkan. Kalau kita mengasihi Tuhan, pasti kita juga mengasihi mereka yang belum diselamatkan. Tanpa Yesus, semua orang akan berakhir di neraka. Mulailah tabur air matamu untuk jiwa-jiwa dan beritakan Yesus kepada mereka lewat perkataan dan perbuatan kasih yang nyata. Setiap hal yang kita lakukan bagi Dia tidak akan pernah sia-sia, Yesus akan membalasnya dengan upah yang istimewa buat kita.

Setelah ini semua Maria berada di sebuah kamar yang sangat mewah. Disitu ia melihat ada meja makan dengan 2 kursi. Ia juga melihat seorang Pria dengan wajah bule (sebutan untuk orang Barat) yang ganteng dan berambut gondrong. Pria itu mengenakan kemeja putih, jas hitam, celana hitam, sepatu hitam ada setangkai bunga mawar merah di sakuNya. Awalnya Maria tidak mengenal Pria tersebut. Pria itu menyuruhnya duduk di depannya dan Dia berkata : "Mintalah maka kamu akan diberi, carilah maka kamu akan mendapat, ketuklah maka pintu akan dibukakan bagimu (Mat 7:7)". Setelah mendengar kata-kata ini Maria baru sadar bahwa Pria tersebut adalah Tuhan Yesus. Maria hendak bersujud untuk menyembahNya tetapi tidak diperbolehkanNya. Setelah itu, Maria terbangun dari mimpi indah yang tidak akan pernah dilupakannya seumur hidup.

Wow....sungguh luar biasa pengalaman yang dialami oleh Maria. Tidak semua orang mendapatkan anugerah berjumpa secara face to face dengan Yesus. Tetapi biarlah hal ini tidak melemahkan kita, karena Tuhan berkata : "berbahagialah orang yang tidak melihat, namun percaya (Yoh 20:29)".

GOD BLESS YOU ALL

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar